Rabu, 01 November 2017

Teknik Pengujian Perangkat Lunak

Sebenarnya teknik untuk pengujian perangkat lunak terdiri dari 3 jenis, yaitu :
  1. Blackbox Testing
  2. Whitebox Testing
  3. Greybox Texting
Namun diblog ini, penulis akan menjabarkan dari 3 jenis diatas. Monggo disimak....

     Blackbox Testing

          Pengujian blackbox berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak. Pengujian blackbox memungkinkan perekayasa perangkat lunak mendapatkan serangkaian kondisi input yang sepernuhnya menggunakan semua persyaratan fungsional untuk suatu program.
Pengujian blackbox berusaha menemukan kesalahan dalam kategori sebagai berikut:
  1. Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang
  2. Kesalahan interface
  3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal
  4. Kesalahan kinerja
  5. Inisialisasi dan kesalahan terminasi
          Pengujian blackbox berbeda dengan pengujian whitebox yang dilakukan pada awal proses pengujian, pengujian blackbox cenderung diaplikasikan pada tahap akhir pengujian. Mengapa dilakukan pada tahap akhir ? Karena pengujian blackbox memperhatikan struktur kontrol, maka perhatian berfokus pada domain informasi.

Langkah pertama pada pengujian blackbox yaitu :
  1. Menggunakan Metode Pengujian Graph-based
      Dalam metode ini yang terpenting adalah "memahami objek" yang dimodelkan didalam perangkat lunak dan hubungan yang akan menghubungkan objek tersebut. Pengujian perangkat lunak dimulai dengan membuat grafik dari objek-objek yang penting dan hubungan objek-objek serta kemudian memikirkan sederetan pengujian yang akan mencakup grafik tersebut sehingga masing-masing objek dan hubungan serta kesalahan dapat ditemukan.

      2. Menggunakan Metode Partisi Ekivalensi

       Partisi Ekivalensi adalah metode pengujian blackbox yang membagi domain input dari suatu program ke dalam kelas data dari mana test case dapat dilakukan. Partisi Ekivalensi berusaha menentukan sebuat test case yang mengungkap kelas-kelas kesalahan, sehingga mengurangi jumlah total test case yang harus dikembangkan.

       3. Menganalisis Nilai Batas

         Analisis nilai batas adalah teknik desain proses yang melengkapi partisi ekivalensi. Daripada memilih sembarang elemen kelas ekivalensi, BVA lebih mengarah kepada pemilih test case pada “edge” dari kelas. Daripada hanya berfokus pada kondisi input, BVA melakukan test case dari domain output.
         
       4. Pengujian Perbandingan

        Ada banyak situasi (seperti avionik pesawat udara) dimana reliabilitas perangkat lunaknya sangat kritis. Dalam aplikasi semacam itu, perangkat lunak dan perangkat keras redundan sering digunakan untuk meminimalkan kemungkinan kesalahan. Pada saat perangkat lunak redundan dikembangkan, tim rekayasa perangkat lunak yang terpisah mengembangkan versi-versi independen dari suatu aplikasi dengan menggunakan spesifikasi yang sama. Dalam situasi semacam itu, setiap versi dapat diuji dengan data uji yang sama untuk memastikan bahwa semua versi memberikan output yang identik. Kemudian semua versi dieksekusi secara paralel dnegan perbandingan real time hasil untuk memastikan konsistensi.

     Pengujian perbandingan tidaklah mudah. Bila spesifikasi dari mana semua fungsi telah dikembangkan mengandung kesalahan, maka semua versi kemungkinan besar merefleksikan kesalahan. Lagi pula jika masing-masing versi independen identik tetapi tidak benar, maka pengujian kondisi akan gagal mendeteksi kesalahan.

Berikut Keunggulan dan kekurangan Blackbox Testing :

Keunggulan
  • Black box testing dapat menguji keseluruhan fungsionalitas perangkat lunak.
  • Black box testing dapat memilih subset test yang secara efektif dan efisien dapat menemukan cacat. Dengan cara ini black box testing dapat membantu memaksimalkan testing investment.
Kekurangan
  • Ketika tester melakukan black box testing, tester tidak akan pernah yakin apakah perangkat lunak yang diuji telah benar-benar lolos pengujian.


     Whitebox Testing
     Pengujian white box, kadang-kadang disebut pengujian glass box, adalah metode desaintest case yang menggunakan struktur kontrol desain prosedural untuk memperoleh test case. Dengan menggunakan metode pengujian white box, perekayasa sistem dapat melakukan test case yang : 
  1. memberikan jaminan bahwa semua jalur independen pada suatu modal telah digunakan, paling tidak satu kali.
  2. Menggunakan semua keputusan logis pada sisi true dan false 
  3. Mengeksekusi semua loop pada batasan mereka dan baas operasional mereka 
  4. Menggunakan struktur data internal untuk menjamin validitasnya 
     Pada titik ini, dapat diajukan pertanyaan yang beralasan, yaitu “Mengapa menghabiskan waktu dan energi untuk menguji logika jika kita dapat dengan lebih baik memperluas kerja yang dapat memastikan bahwa persyaratan program telah dipenuhi ?” Bila dinyatakan dengan cara lain, mengapa kita tidak menggunakan semua energi kita untuk melakukan pengujian black box ? 

      Jawabannya ada pada sifat cacat perangkat lunak : 
  • Kesalahan logis dan asumsi yang tidak benar berbanding terbalik dengan probabilitas jalur program yang akan dieksekusi. Kesalahan cenderung muncul dalam kerja kita pada saat kita mendesain dan mengimplementasi fungsi, kondisi atau kontrol yang berada di luar mainstraim. Pemrosesan setiap hari cenderung dipahami dengan baik sementara pemrosesan “kasus khusus” cenderung berantakan.
  • Kita sering percaya bahwa jalur logis mungkin tidak akan diseksekusi bila pada kenyataannya akan diseksekusi pada basis reguler. Aliran logika dari suatu program kadangkadang bersifat konterintuitif yang berarti asumsi kita yang tidak kita sasari mengenai aliran dan data kontrol dapat menyebabkan kita membuat kesalahan desai yang akan terungkap hanya setelah pengujian jalur mulai.
  • Kesalahan tipografis adalah random. Bila sebuah program diterjemahkan ke dalam kode sumber bahasa pemrograman maka dimungkinkan akan terjadi banyak kesalahan pengetikan. Beberapa akan ditemukan dengan mekanisme pengecekan sintaks, tetapi yang lainnya akan tetap tidak terdeteksi sampai pengujian mulai.]
Masing-masing alasan tersebut memberikan suatu argurmen untuk melakukan pengujian white box. Pengujian black box, tidak peduli seberapa cermat dilakukan, dapat menangkap bentuk kesalahan tersebut. 

Berikut Keunggulan dan kekurangan Whitebox Testing:

Keunggulan
  • Kebenaran program dalam mendefinisikan algoritma dapat diketahui secara langsung dengan pengolahan path.
  • Menentukan kualitas pekerjaan coding dan pengaruhnya untuk standar coding.

Kekurangan
  • Jumlah biaya untuk white box testing lebih besar daripada biaya yang dibutuhkan untuk black box, untuk ukuran software yang sama.
  • Belum mampu melakukan tes ketersediaan, kehandalan, daya tahan beban dan testing – testing lain yang berhubungan dengan kebutuhan faktor – faktor untuk operasi, revisi dan transisi.

     Greybox Testing

    Adalah metode pengujian perangkat lunak yang adalah kombinasi dari Black box testing dan White box testing. Dalam Black box testing, struktur internal dari item yang sedang diuji tidak diketahui tester dan White box testing struktur internal di dikenal. Dalam pengujian Gray box testing, struktur internal sebagian dikenal. Ini melibatkan memiliki akses ke internal data struktur dan algoritma untuk tujuan merancang uji kasus, tetapi pengujian pada pengguna, atau tingkat Black box. Grey-box, berusaha menggabungkan kedua metode diatas, mengambil kelebihan keduanya, mengurangi kekurangan keduanya. Teknik verifikasi modern menerapkan combine-method ini.

Selasa, 31 Oktober 2017

Tentang SDLC (System Development Life Cycle)

Sejarah singkat SDLC


Pengembangan sistem siklus hidup, menurut Elliott & Strachan & Radford (2004), “berasal pada tahun 1960, untuk mengembangkan skala besar fungsional sistem bisnis di zaman skala besar konglomerat bisnis . Sistem informasi kegiatan berkisar berat pengolahan data dan angka-angka rutinitas “. Beberapa kerangka kerja pengembangan sistem sebagian besar didasari pada SDLC, seperti analisis sistem terstruktur dan metode desain (SSADM).

Tahap-tahap pada SDLC memiliki beberapa pendapat, diantaranya ada yang memiliki 5 tahap dan 6 tahap. Tetapi disini penulis akan mengulas yang menggunakan 5 tahap. Apa sajakah tahap-tahapnya, simak ulasan berikut :

  1. Perencanaan (Planning)
Aktivitas-aktivitas yang dilakukan pada tahap ini yaitu :
  • Mendefinisikan tujuan dan ruang lingkup pengembangan.
  • Penentuan prioritas teknologi dan pemilihan aplikasi.
  • Mengidentifikasi masalah-masalah apa saja yang dapat diselesaikan melalui pengembangan.
  • Mengumpulkan data dengan cara wawancara, observasi atau kuisioner.

      2. Analisis Sistem (System Analysis)

Pada tahap ini terdapat 2 jenis analisis yaitu :
  1. Analisis Teknologi
Menganalisis untuk penyimpanan data secara informasi produk, informasi berita dengan menggunakan database seperti Mysql, Microsoft Access, dan lainnya.

      2. Analisis Informasi

Menganalisis data yang akan menjadi data tetap dan data dinamis, kategori informasi data tetap seperti : profile perusahaan, misi dan misi, sejarah perusahaan. Sedangkan untuk informasi dinamis adalah informasi yang selalu berubah dalam setiap periodik dapat setiap hari atau setiap jam.

Aktivitas-aktivitas yang dapat dilakukan pada tahap ini yaitu :
  • Mendefinisikan kebutuhan sistem.
  • Analisa kebutuhan pada sistem dan membuat batasan sistem.
  • Melakukan studi literatur untuk menemukan suatu kasus yang bisa ditangani oleh sistem.
        
       3. Perancangan Sistem (System Design)

Aktivitas-aktivitas yang dilakukan pada tahap ini yaitu :

  • Merancang user interface
  • Merancang database application seperti membuat skema database
  • Merancang desain grafis
  • Merancang interaksi obyek dan fungsi pada sistem

      4. Implementasi Sistem (System Implementation)

Pada tahap ini yaitu mengimplementasikan rancangan dari tahap-tahap sebelumnya dan melakukan uji coba. Dalam tahap ini terdapat aktivitas-aktivitas seperti berikut :
  • Pembuatan database sesuai skema rancangan
  • Pembuatan apllikasi berdasarkan desain sistem
  • Pengujian dan perbaikan aplikasi (debugging)

      5. Pemeliharaan Sistem (System Maintenance)

Tahap ini dilakukan oleh admin yang ditunjuk untuk menjaga sistem tetap beroperasi secara benar. Dimana dapat melakukan perawatan terhadap kelebihan dan kekurangan dari aplikasi.



Review ACL (Audit Commend Language) versi 9 [Softskill Kelompok 1 bagian Pengendalian]

Pengendalian Berbasis Teknologi

Ketika dunia bisnis dan teknologi sudah dapat memberikan kemudahan berupa adanya  real-time  transaction  dan  real- time reporting, maka dibutuhkan juga rel- time and continues aduting. Teknologi tersebut dapat juga digunakan menguji prosedur umum pengendalian atau menggunakan software computer untuk menguji prosedur yang telah diprogram dimana program tersebut menjalankan aktivitas pengendalian. (trampe, Nguyen,CS2002). Agar dapat melakukan hal tersebut diatas diperlukan pemahaman terhadap proses bisnis.

Sebuah Studi menunjukkan bahwa pemahaman  proses  bisnis  sangat berpengaruh dalam mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan pengendalian internal.Ritchi(2006). Adanya kelemahan dan kelebihan pengendalian internal dapat di identifikasi dengan menggunakan Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK). Salah satu pengendalian yang diterapkan dalam proses bisnis adalah pengendalian piutang. Dengan memanfaatkan fungsi dan fasilitas yang ada di TABK (ACL) maka bisa ditentukan apakah pengendalian aplikasi yang digunakan untuk mengelola piutang memiliki pengendalian yang baik atau tidak. (Masjono,2009).

Ada tidaknya suatu pengendalian dalam aplikasi piutang dapat dilihat dari beberapa hal diantaranya akurasi program aplikasi dalam melakukan perhitungan, mutu data yang dihasilkan dan ada tidaknya pengendalian dilakukan dengan menguji ouput program aplikasi dengan alat uji yang terdapat  pada  TABK  atau  alat  uji  yang dibuat oleh auditor sendiri.

Pengendalian piutang
Penjualan kredit melibatkan dua pihak yaitu pihak yang memberi kredit(piutang) dan pihak yang menerima kredit(hutang). Akibat   dari   kebijakan   penjualan   secara kredit akan menimbulkan hak penagihan piutang.  Dalam  arti  luas,  istilah  piutang dapat  dipergunakan  bagi  semua  hak terhadap pihak lain. Piutang merupakan hak untuk menagih sejumlah uang akibat  dari adanya transaksi penjualan kredit.
Piutang usaha yang muncul, apabila tidak dapat   dibayarkan   atau   terjadi   kemungkinan klien bangkrut atau menghilang, maka akan mengakibatkan munculnya piutang tak tertagih. Hal   ini   disebabkan   karena   dalam  transaksi kredit  ini  ada  tenggang  waktu  sebelum pelunasan hutang dari pihak debitur dan kondisi ini komponen piutang tak tertagih kemungkinan besar masih bisa terjadi. Untuk mengatasi hal ini  maka  diperlukan  pengawasan  yang  ketat oleh manajemen perusahaan terhadap pengendalian piutang untuk menghindari kerugian yang cukup besar.
Dalam era teknologi sekarang ini, manajemen  dan  pengendalian  piutang  dapat dilakukan        secara otomatis. Program aplikasi akan secara otomatis akan membandingkan credit limit yang telah ditentukan dengan penjualan kredit yang dilakukan. Jika penjualan kredit melebihi credit limit tersebut maka program aplikasi akan mengingatkan dan proses tidak bisa dilanjutkan sebelum adanya intervensi dari manusia.

Telaah Piutang Negatip
Dalam  banyak  kasus,  seseorang  atau suatu  perusahaan  akan  membayar hutangnya   sesuai   dengan   jumlah   yang ditagih  atau  jumlah  saldo  piutangnya dan tidak mungkin terjadi kelebihan bayar jika ada  pengendalian  dalam  manajemen piutang. Dengan kemajuan teknologi informasi,   kelebihan   bayar   dapat   saja terjadi, adanya otomatisasi menyebabkan terjadinya kelebihan dalam membayar. Teknologi informasi yang telah di set-up sedemikian rupa agar dapat melakukan auto debit atau auto credit, jika tidak ada batasan atau pengendalian otomatis kapan auto debit atau  auto  credit  tersebut  akan  berakhir, maka proses tersebut akan terus belangsung sampai ada intervensi dari manusia. Sebagai contoh pada suatu perusahaan saldo piutang PT ABC yang tertera dalam aplikasi piutangnya sebesar 10.000. ketika ada pembayaran dari PT ABC sebesar 15.000 dimana informasi tersebut didapat dari konfirmasi melalui rekening bank, maka operator program aplikasi akan melakukan input sebesar 15.000. Program aplikasi secara otomatis akan mengurangi saldo piutang PT ABC dengan 15.000, saldo akhir dari piutang ABC tadi akan menjadi -5000.
Jika jumlah saldo negatip cukup signifikan dalam suatu perusahaan maka akan terjadi misinterpretasi terhadap piutang dan penjualan. Dengan mengacu kepada kasus PT ABC diatas, jika PT ABC melakukan    pembelian    kembali    sebesar 15.000, maka  oleh  operator aplikasi  akan diinput sebesar 15.000, saldo piutang PT ABC akan menjadi 10.000. Mis-interpretasi terjadi karena disatu sisi saldo piutang PT ABC sebesar 10.000 sedangkan dari sisi penjualan  sebesar  15.000.

Struktur File Account Receivable
Secara umum metodologi yang digunakan dalam kasus ini adalah sebagai berikut: pertama data AR milik perusahaan X digunakan sebagai sumber data yang sudah dikonversi ke Excel dari database perusahaan. Kedua data tersebut diimport ke ACL yang merupakan alat bantu untuk menganalisis data piutang tersebut. Dengan menggunakan fungsi yang ada di ACL (Fungsi Statistic, Profile dan Stratify) akan dihasilkan output dari masing masing fungsi tersebut dan berdasarkan output tersebut kemudian dianalisis dan dievaluasi.


METODE ANALISIS

Berdasarkan  output  yang  dihasilkan  oleh program  ACL  berupa  output  statistic,  profile dan      stratify akan dianalisis dengan membandingkan  berbagai  data  yang berkaitan dengan  menguji  kewajaran  hubungan  antara komponen yang ada di output tersebut. Judgement.

Profesional judgement diberikan dengan memperhatikan aspek berikut ini:

a.   Bagaimana tingkat signifikan dari penyimpangan yang terjadi.
b.   Siapa yang kemungkinan terganggu dengan terjadinya penyimpangan.
c.   Seberapa besar kurugian yang ditimbulkan
d.   Apakah akah menghalangi pencapaian tujuan perusahaan
e.   Mengkaji kemungkinan berulangnya penyimpangan tersebut

File  account  receivable  yang  hendak  di audit memiliki struktur seperti berikut:
Sumber: ACL ver 9

Customer yang mendukung file AR ini sehingga dalam proses audit relasi kedua tabel ini diperlukan.

Fungsi Profile
Profile digunakan untuk mengetahui nilai minimum,  nilai  maksimum,  nilai  absolut dan  nilai  field  amount  pada  tabel  AR. Profile sebaiknya digunakan sebelum menggunakan fungsi stratify dan histogram. Dengan   menggunakan   TABK, tepatnya ACL fungsi profile1 pada field amount menghasilkan tabel berikut ini:



Sumber ACL Versi 9
Dengan  mengetahui  profile  dari  suatu  field, maka seorang auditor dapat mengetahui langkah apa  yang  hendak  dilakukan  dalam  melakukan test  terhadap  suatu  tabel/file  Account Receivable. Berikut ini analisis dari masing- masing data statistik dan kegunaannya bagi auditor:

   


 1.      Data statistik menunjukkan Total 468,880.69. Hal ini mengindikasikan bahwa total  nilai  dari  keseluruhan transaksi AR bernilai 468,880.69.Dengan demikian seorang auditor dapat mengetahui berapa besar nilai dari keseluruhan transaksi AR. Total AR dari   ekstrak   data   pada   field amount ini dapat dibandingkan dengan laporan  AR  yang  dibuat  oleh  perusahaan, jika terjadi perbedaan yang signifikan maka perlu ditelusuri perbedaan tersebut.

2.      Data statistik menunjukkan Abs.Value 585,674.41. Hal ini mengindikasikan bahwa total nilai transaksi termasuk yang bernilai positif maupun negatif bernilai 585,674.41. Disini terjadi perbedaan jumlah antara nilai absolut value dan Total, sewajarnya jumlah keduanya adanya sama. Dari tabel ini terlihat bahwa perbedaan terjadi karena adanya nilai negatip pada field amount. Dengan mengetahui terjadinya perbedaan Abs.Value dan total tersebut, seorang auditor akan menelusuri perbedaan tersebut dan mengetahui total nilai transaksi yang bernilai positif maupun negatif sehingga dapat melakukan langkah apa yang hendak dilakukan.

3.      Data statistik menunjukkan Minimum -3,582.98. Hal ini mengindikasikan bahwa nilai   terendah dari field transaksi AR sebesar -3,582.98, sehingga auditor dapat melakukan pemeriksaan terkait nilai AR terendah tersebut. Dalam situasi wajar, nilai terendah suatu  field  piutang adalah  angko positip, bukan negatip. Jadi jika angka field ini negatip dan jumlahnya cukup signifikan maka perlu diterlusuri lebih jauh

4.      Data statistik menunjukkan Maximum 5,549.19. Hal ini mengindikasikan bahwa nilai tertinggi dari field transaksi AR sebesar 5,549.19, sehingga auditor dapat melakukan pemeriksaan terkait nilai transaksi AR tertinggi tersebut. Dalam situasi wajar jumlah field AR tertinggi ini menunjukan bahwa ada pelanggan yang memiliki piutang sebesar 5.549, yang perlu diperhatikan disini adalah apakah jumlah tersebut tergolong wajar?

Minggu, 08 Oktober 2017

Seputar Audit Sistem Informasi [Softskill]

Apa itu Audit Sistem Informasi ? Untuk apakah Audit Sistem Informasi ? Apa tujuan dari Audit Sistem Informasi ? Begitulah kira-kira isi blog yang akan diisi oleh penulis.

   Audit merupakan sebuah kegiatan yang melakukan pemeriksaan untuk menilai dan mengevaluasi sebuah aktivitas atau objek seperti implementasi pengendalian internal pada sistem informasi akuntansi yang pekerjaannya ditentukan oleh manajemen atau proses fungsi akuntansi yang membutuhkan kemajuan. Sebagian besar audit menekankan pada sistem infromasi akuntansi dalam suatu organisasi dan pencatatan keuangan dan pelaksanaan operasi organisasi yang efektif dan efisien.

     Menurut  Ron Weber (2003) “Audit Sistem Informasi merupakan proses pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem komputer yang digunakan telah dapat melindungi aset milik organisasi, mampu menjaga integritas data, dapat membantu pencapaian tujuan organisasi secara efektif, serta menggunakan sumber daya yang dimiliki secara efisien”.

         Secara garis besar perlunya pelaksanaan audit dalam sebuah perusahaan yang telah mempunyai keahlian dalam bidang teknologi informasi yaitu antara lain: Kerugian akibat kehilangan data, kerugian akibat kesalahan pemrosesan komputer, pengambilan keputusan yang salah akibat informasi yang salah, kerugian karena penyalahgunaan komputer (Computer Abused), nilai hardware, software dan personil sistem informasi, dan terakhir pemeliharaan kerahasiaan informasi. Audit sistem informasi diperlukan oleh perusahaan dalam pencapaian tujuan perusahaan, oleh karena itu perusahaan harus membuat prosedur pengendalian dalam menjaga aset perusahaan dan memeriksa pengendalian tersebut dengan menguji pengendalian. Menguji pengendalian digunakan untuk mengevaluasi apakah telah berjalan sesuai dengan prosedur atau tidak .
   
   Tujuan audit sistem informasi dapat dikelompokkan ke dalam dua aspek utama, yaitu: Conformance (Kesesuaian) pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kesesuaian, yaitu: Confidentiality (kerahasiaan), Integrity (integritas), Availability (ketersediaan), dan compliance (kepatuhan).
Berikutnya adalah Performance (Kinerja) pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kinerja, yaitu : effectiveness (efektifitas), efficiency (efisiensi), reliability (kehandalan).

    Audit yang dilaksanakan sesuai tipe perusahaan yaitu opersional, compliance, pengembangan sistem, internal control, financial, dan kecurangan audit. Empat jenis auditor yang dilibatkan dalam menyelenggarakan audit yang di list adalah:


  1. Internal auditor adalah karyawan perusahaan, yang pada umumnya melaksanakan compliance, operasional, pengembangan sistem, pengawasan intern, dan kecurangan audit.
  2. Eksternal auditor adalah akuntan publik independen yang ditugaskan oleh perusahaan, secara khusus melaksanakan audit keuangan. Dalam berbagai macam audit keuangan, eksternal auditor dibantu oleh internal auditor. Akan tetapi, auditor eksternal yang bertanggung jawan untuk menegaskan kewajaran laporan keuangan.
  3. Government auditor melaksanakan pemenuhan audit atau menguji laporan perusahaan atas pengawasana yang menyangkut para pegawai pemerintahan. Sebagai contoh, pemeriksa bank pemerintahan melaksanakan audit bank, auditor yang ditugaskan oleh auditor negara yang umumnya melaksanakan audit daerah dan para pegawai pemerintah.
  4. Fraud auditor, mengkhususkan dalam menyelidiki kecurangan dan bekerja secara tertutup dengan internal auditor dan pengacara. Fraud examminer misalnya : kesatuan FBI penyelidikan kecurangan, perusahaan besar akuntan publik, IRS, dan perusahaan asuransi.
    Contoh perusahaan yang sudah menerapkan audit sistem informasi yaitu PT Erajaya Swasembada,Tbk. Penerapan audit sistem informasi pada perusahaan ini dilakukan dengan membuat perancanaan startegi IT, membuat tata kelola beserta anggaran yang akan dikeluarkan, memiliki arsitektur yang jelas dalam mendokumentasikan tanggung jawab tiap-tiap bagian, bagian Teknologi Informasi memiliki tanggung jawab penuh dalam pengadaan infrastruktur Teknologi Informasi, memberikan pelatihan bagi para personil perusahaan.

         Selain itu Audit Sistem Informasi merumuskan kebutuhan sistem bagi pengguna, bertanggung jawab menentukan kriteria pemilihan vendor, pemeliharaan infrastruktur Teknologi Informasi, serta merumuskan materi pelatihan sistem aplikasi.


Sumber: ejournals.umn.ac.id/index.php/SI/article/download/227/199

Minggu, 11 Juni 2017

Membuat Brosur Menggunakan Microsoft Publisher [Softskill]





Tugas Softskill

Peng. Animasi dan Desain Grafis






Kelompok            : 8

Nama Kelompok :

*  Fitria Utami

*  Singgih Kurniawan Putra

*  Yohanes Satrio

*  Tri Pramudita Erlangga

*  Dennis

3KA17






Cara membuat brosur menggunakan Microsoft Publisher



1. Pertama

Langkah awal yaitu kita harus membuka Microsoft Publisher 2013 terlebih dahulu. Dengan cara Klik Start => pilih All Program => pilih Microsoft Office => lalu pilih Microsoft Publisher 2013. Berikut ini adalah contohnya.

 


Setelah itu maka Microsoft Publisher 2013 akan terbuka seperti gambar di bawah ini :










2. Kedua



Langkah kedua yaitu apabila Microsoft Publisher 2013 telah terbuka seperti gambar di atas, maka kita harus memilih dan klik bentuk brosur dengan nama “Brochures”. Maka akan muncul banyak sekali pilihan tema brosur yang dapat dipilih.




3. Ketiga



Langkah ketiga yaitu kita harus memilih salah satu tema brosur yang kita inginkan dan yang sesuai dengan kebutuhan kita.






Apabila telah memilih tema, maka kita harus mengklik “CREATE” agar dapat membuka halaman brosur yang baru.



 


4. Keempat

Langkah keempat yaitu apabila halaman brosur yang baru telah terbuka seperti gambar di bawah ini, brosur terdiri dari 2 bagian yaitu bagian depan dan bagian belakang brosur. Maka kita harus mengedit halaman depan terlebih dahulu dengan memberi nama pada kolom Judul yang ada pada gambar di bawah ini.




Setelah kita memberi nama Sekolah / Perusahaan / Instansi yang kita pilih, maka hasilnya akan seperti contoh berikut.





Maka hasilnya akan seperti di bawah ini :





 

Jumat, 05 Mei 2017

Diskusi Singkat Tentang Easy Media Creator dan Microsoft Publiisher [Kelompok 8]


TUGAS Kelompok - 1

Peng. Animasi & Desain Grafis

Pengenalan Software

-         Mic Publisher &Easy Media Creator


 



KELAS : 3KA17

Anggota Kelompok 8 :

-   Dennis Indra Maulana          12114707

-   Fitria Utami                           14114345

-   Singgih Kurniawan P            1A114294

-   Tri Erlangga                           1A114282

-   Yohanes Satrio                      1C114443

UNIVERSITAS GUNADARMA

2017 





1.            Easy Media Creator


A.   Definisi Software Easy Media Creator

Software Roxio Easy Media Creator merupakan salah satu software pemroses media CD/DVD terpopuler, bersaing ketat dengan software Nero. Fasilitas pemrosesan data video dan file image (foto digital) dari software Roxio Easy Media Creator 9 Suite XE lebih baik daripada software Nero 7.8.50 (versi soft ware terbaru pada waktu buku ini dibuat). Modul Drag-to-Disc dari software Roxio Easy Media Creator dapat memproses media CD/DVD secara lebih baik jika dibandingkan dengan modul InCD dari software Nero. Software Nero menyediakan modul Nero BackItUp yang dapat membentuk cadangan (backup) data secara akurat, bahkan dapat membentuk cadangan data sistem komputer secara mudah dan cepat. Untuk proses Backup, software Roxio Easy Media Creator harus mengakui kekalahannya.

Pada Versi 5, software ini berubah namanya menjadi Roxio Easy CD & DVD Creator. Perubahan tersebut sejalan dengan perkembangan teknologi yang memperkenalkan media baru yang diberi label DVD (Digital Versatile Disc). Pada saat itu, software tersebut didistribusikan oleh Roxio, Inc.

Pada versi 7, software ini berganti nama menjadi Roxio Easy Media Creator. Software yang semula dibentuk untuk menangani peralatan CD/DVD Writer saja telah berkembang hingga dapat memproses berbagai data multimedia. Pada saat ini, perkembangan software tersebut telah mencapai Versi 9. Anda dapat memakai Roxio Easy Media Creator 9 Suite XE untuk meningkatkan kinerja sistem komputer multimedia yang menggunakan sistem ope- rasi Windows 2000, XP, hingga Vista. Sejak versi 7, software tersebut didistribusi oleh Sonic Solutions tanpa mengubah namanya.

Melalui software Roxio Easy Media Creator 9 Suite XE, kita dapat memproses berbagai data dan menyimpannya pada media CD-R (Compact Disc–Recordable), CD-RW (Compact Disc-ReWritable), DVD+R (Digital Versatile Disc–Recordable), DVD+RW (Digital Versatile Disc–ReWritable), DVD-RAM (Digital Versatile Disc–Random Access Memory), hingga BD (Blu-ray Disc). Melalui software tersebut, kita juga dapat memproses berbagai data audio/video, bahkan file image (foto digital).      

Software Roxio Easy Media Creator 9 Suite XE dapat memproses data video dari berbagai sumber (peralatan) dan membentuk Video CD, SVCD, hingga DVD-Video. Software tersebut juga dapat dipergunakan untuk memproses data audio, misalnya konversi format data audio.

B.   Cara menggunakan software Roxio Easy Media Creator

Untuk menggunakan Roxio / Adaptec Easy CD Creator 4.x, 5.x dan 6.x

1)      Jalankan software Easy CD Creator.

2)      Klik file

3)      Klik NEW DATA CD.

4)      Klik Buat CD dari CD Image.

5)      Klik pada kotak dropdown Files of type dan pilih ISO Image Files (* .ISO).

6)      Browse ke lokasi dan pilih file .ISO yang Anda buat dari Symantec Ghost Boot Wizard

7)      Klik Buka.

8)      Pada kotak dialog CD Creation Setup, pastikan Metode Write diatur ke CD Disc-At-Once dan Close.

9)      Pilih kecepatan tulis yang diinginkan dan buat pilihan, jika diinginkan.

10)  Klik OK.

Untuk menggunakan Roxio Easy Media Creator 7.x

1)      Luncurkan Creator Classic.

2)      Klik file

3)      Klik Burn dari file Disc Image.

4)      Browse ke lokasi dan pilih file .ISO yang Anda buat dari Symantec Ghost Boot Wizard.

5)      Klik Buka.

6)      Pilih Sekarang untuk Burn.



C.  Alasan menggunakan software Roxio Easy Media Creator

Terdapat sedikitnya lima alasan mengapa memilih menggunakan software Roxio Easy Media Creator, yaitu :

1)      Fasilitas creator classic yang andal,

2)      Utility drag-to-disc yang pintar,

3)      Fasilitas proses video yang berkualitas,

4)      Fasilitas proses file image (foto digital) yang lengkap,

5)      Dan disk copier yang dapat membuat duplikat berbagai media cd/dvd dengan mudah dan cepat.

Terdapat dua alasan mengapa tidak puas dengan software Roxio Easy Media Creator 9 Suite, yaitu:

1)      Fasilitas pencadangan data,

2)      Dan pemrosesan data audio yang minim.



D.  Fasilitas-fasilitas yang terdapat di dalam Roxio Easy Media Creator

1)      Home

Untuk informasi pemakaian modul Roxio Creator 9 Suite XE (Welcome), daftar aplikasi dan utility yang disediakan sistem (Applications), dan ber- bagai informasi lainnya yang dapat diakses melalui jaringan internet (Re- sources).

Pada bagian Welcome, sistem juga menampilkan daftar fasilitas yang se- ring/umum digunakan, khususnya pada bagian Most Frequent Tasks.

2)      Audio

Untuk memproses data audio. Misalnya, membentuk Audio CD, MP3 Disc, konversi Audio CD ke format MP3 atau format populer lainnya, merekam data suara dari peralatan tertentu, memodifikasikan data audio, dan lain sebagainya.

3)      Backup

Untuk membentuk cadangan (backup) data/informasi yang ada pada sis- tem komputer Anda.

4)      Copy

Untuk proses duplikasi berbagai media CD/DVD.

5)      Data

Untuk memproses Data Disk, termasuk format disk lainnya.

6)      My Media

Untuk menyajikan ulang data audio/video/image secara mudah dan cepat.

7)      Photo

Untuk memproses suatu file image (foto digital). Anda juga dapat membentuk Slideshow dari berbagai file image secara mudah dan cepat.

8)      Video

Untuk memproses data video. Misalnya, membentuk DVD-Video/BDAV (Blu-ray Disc–Audio/Visual), merekam data video dari peralatan tertentu, memodifikasikan data video, dan lain sebagainya

9)      Tools

Untuk utility lainnya. Misalnya, utility penghapus data pada suatu disk, menampilkan informasi suatu media, memproses label disk, Disk Image (Virtual Drive), dan lain sebagainya







2.             Microsoft Publisher




A.           Definisi

Microsoft Publisher adalah salah satu program aplikasi microsoft office yang digunakan untuk kegiatan desktop publishing. Hasil dari Desktop Publishing contohnya koran, katalog, brosur, majalah, kartu ucapan, poster, mading, kalender dan lain lain.

Kenapa menggunakan microsoft publisher ? bukannya kita bisa juga menggunakan ms word dan ms powerpoint ?

Kita memang bisa membuat majalah menggunakan ms word, dan kita juga bisa membuat kartu ucapan dengan menggunakan microsoft powerpoint. Tapi fitur yang ditawarkan tidaklah lengkap karena memang aplikasi tadi tidak dikhususkan untuk dekstop publishing. Berbeda dengan Microsoft Publisher yang dari namanya saja sudah jelas, publisher(penerbit). Aplikasi ini memang dikhususkan untuk kegiatan desktop publishing.

Dalam aplikasi Microsoft publisher, sudah tersedia berbagai macam template. Sehingga bila kita ingin membuat suatu karya, hanya tinggal memilih template yang sudah disediakan, lalu mengeditnya sesuai dengan kemauan kita.

Tidak banyak orang yang menggunakan Ms Publiser. Padahal aplikasi ini memiliki banyak manfaat, kita ambil contoh salah satunya yaitu membuat mading (majalah dinding). Saya sering menjumpai mading yang masih menggunakan cara manual yaitu dengan menulisnya di kertas binder lalu ditempel, atau dengan memotong sebagian berita di koran/majalah. Padahal jika menggunakan Ms Publisher, mading dapat menjadi lebih bagus, menarik, bermakna dan pastinya lebih mudah dan praktis karena Ms Publisher memiliki banyak template.

Saat ini, versi terbaru dari microsoft publisher adalah microsoft publisher 2016, sebagai penerus dari versi sebelumnya yaitu ms publisher 2010 dan ms publisher 2007.



B.     Sejarah

Sejarah Microsoft publisher berawal dari tahun 1991. Jika dibandingkan dengan keluarga Microsoft office lainnya, Microsoft publisher yang termuda. Kala itu Microsoft publisher masih memiliki banyak kekurangan. Keterbatasan itu menyebabkan dekstop publishing Microsoft ini sedikit tertinggal dibanding kompetitornya.Dengan kondisi seperti itu, Microsoft tentu tidak berdiam diri mereka pun segera memperbaiki publisher. Hasilnya, Microsoft publisher memiliki segudang kemampuan yang tak ada digenerasi sebelumnya. Bahkan Microsoft publisher 2007 telah mampu untuk menghasilkan output file PDF berkualitas dengan kemampuan embedded font.

C.    Fungsi Software

Fungsi atau kegunaan microsoft publisher adalah :

1)      Untuk membuat majalah

2)      Untuk membuat kalender

3)      Untuk membuat mading

4)      Untuk membuat kartu ucapan

5)      Untuk membuat brosur

6)      Untuk membuat poster

7)      Untuk membuat karya desktop publishing

8)      Dan untuk membuat segala karya desktop publishing.



D.    Interface

Berikut adalah bagian bagian interface yang ada pada page Microsoft Publisher

1)      Office Button
Tombol Office digunakan untuk menampilkan menu-menu atau perintah yang berhubungan dengan dokumen, seperti: membuat dokumen baru, membuka dokumen, menyimpan dokumen, mencetak dokumen dan lain-lain.

2)      Quick Acess Toolbar
Quick Acess Toolbar merupakan bagian yang berisi icon-icon yang digunnakan untuk mempercepat akses sebuah perintah.

3)      Tab Menu
Bagian yang menunjukkan menu-menu yang berhubungan dengan perintah untuk mengolah dokumen.

4)      Title Bar
Bagian yang menunujukkan nama dari sebuah dokumen. Terdapat pada bagian teratas jendela Microsoft Publisher.

5)      Ribbon
Bagian yang berisi perintah-perintah dari sebuah menu. Setiap ribbon yang muncul berbeda-beda tergantung dari menu yang dipilih.

6)      Format Publication
Bagian yang menampilkan beberapa pilihan pemformatan publisher, baik itu Page Option, Color Scheme, Font Scheme dan lain-lain.

7)      Horizontal Scroll  Bar
Bagian yang digunakan untuk menggeser layar ke bawah atau untuk menuju ke halaman selanjutnya.



E.     Menu

Berikut adalah menu-menu yang terdapat pada program Microsoft Publisher

1)      File
Untuk membuka menu File, tekan tab Home lalu akan muncul beberapa perintah.

2)      Edit
Untuk membuka menu Edit, tekan tab Edit lalu akan muncul perintah mengedit data.

3)      View
Untuk membuka menu View, tekan tab View lalu akan muncul perintah untuk memunculkan perintah.

4)      Insert
Untuk membuka menu Insert, tekan tab Insert lalu akan muncul beberapa perintah penyisipan objek.

5)      Format
Untuk membuka menu Format, tekan tab Format lalu akan muncul beberapa perintah pengaturan atau pengubahan tampilan.

6)      Tools
Untuk membuka menu Tools, tekan tab Tools lalu akan muncul beberapa perintah pengaturan atau pengubahan pengejaan kata.

7)      Arrange
Untuk membuka menu Arrange, tekan tab Arrange lalu akan muncul beberapa perintah pengaturan tampilan gambar.

8)      Table
Untuk membuka menu Table, tekan tab Table lalu akan muncul beberapa perintah untuk menyisipkan tabel





F.     Kelebihan & Kelemahan

Kelebihan Microsoft Publisher adalah sebagai berikut :

1)      Dapat Membuat Karya Desktop Publishing dengan mudah

2)      Tersedia berbagai macam template

3)      Tersedia berbagai macam efek untuk mengedit gambar

4)      Karya dapat dicetak dan disimpan ke berbagai format

5)      Karya dapat dikirim lewat email atau diconvert menjadi HTML

6)      Karya yang dibuat dapat langsung disimpan di online storage dan dapat diakses kapan saja, dan dimana saja



Secara garis besar, kelemahan MS. Publisher adalah sebagai berikut:



Kelemahan program dari Microsoft ini hanya satu, program ini tidak open source/gratis. Untuk menggunakan Microsoft Publisher 2016 ini anda harus mengeluarkan biaya yang cukup banyak, yaitu Rp. 2.099.999.

Tetapi dengan cara yang curang anda bisa menggunakan software ini dengan Cuma-Cuma hanya dengan download saja crack an nya.

1)      Hasil output jarang dijadikan acuan oleh Perusahaan Printing dan Internet.

2)      Sinergi (Perpaduan) dengan program selain milik Microsoft terbatas.

3)      Ukuran Kertas/Field terbatas, untuk desain Banner, batas ukurannya adalah 609,6 cm, atau 6 meter.

4)      Secara awam, keberadaan softwere ini di Indonesia belum setenar softwere desain grafis lainnya yang terdahulu, sehingga pengguna software ini hanya sebatas dari kalangan desainer.

5)      Penggunaan software ini hanya sebatas untuk mendesain saja. Dengan kata lain, software ini tidak memiliki fungsi penggunaan yang multi ganda seperti yang dimiliki Microsoft Office Word 2007.

6)      Sebagai sebuah software desain, software ini memiliki kekurangan yang sangat fatal. Yakni software ini tidak memiliki tools, seperti yang di milikicorel draw.